Alasan Memasang Batu Bata Harus Zig-zag / Selang-seling

Pernahkan anda mengamati, orang yang memasang dinding dari batu bata merah, batako, atau bata ringan. Pada saat itu apakah anda pernah bertanya di dalam hati, mengapa pada saat pemasangan, tidak ada batu yang diletakkan sejajar dengan batu yang ada di bawahnya, dan selalu dipasang selang-seling.


Alasan utama pemasangan secara selang-seling, yaitu untuk menghindari retakan dan pecahan dinding. Karena keretakan sampai terjadi, maka dinding akan mudah rubuh, dan pastinya itu akan sangat berbahaya bagi penghuni yang ada di dalamnya.

Bentuk pecahan dinding jika tekanan itu dari atas, maka garisnya paling banyak selalu mengikuti garis spesi / luluhan, (sambungan antar batu bata). Jadi, jika batu bata disusun secara sejajar dari bawah ke atas dalam satu garis, maka bentuk retakan yang terjadi akan menerus dari atas ke bawah secara langsung, mengikuti arah batu bata tersebut.

Sedangkan, jika batu bata disusun secara zig-zag, maka bentuk pecahannya juga akan zig-zag. Tetapi hal yang perlu anda ketahui, bahwa retakan yang berbentuk lurus lebih sering terjadi bila dibandingkan dengan dinding yang batu batanya disusun zig-zag.

Dan kalaupun pada dinding zig-zag terdapat retakan, maka biasanya tidak terjadi menerus secara memanjang, karena biasanya setelah beberapa belokan, maka retakan berhenti. Berbeda dengan dinding yang batu batanya disusun menerus ke atas, maka saat terjadi retakan bisa langsung sampai bawah.

Mungkin anda bertanya, bahwa dengan sistem dinding saat ini yang menggunakan balok dan kolom, maka dinding secara otomatis tidak menanggung beban bangunan, seperti dinding pada rumah kuno. Tetapi anda juga harus ingat, bahwa batu bata itu memiliki beratnya sendiri, jadi meskipun batu bata tidak menanggung beban rumah, dia masih tetap menanggung beban beratnya sendiri.


Belum lagi daerah di Indonesia ini, yang sering digoncang gempa, maka beban gempa juga harus dimasukkan dalam perhitungan kekuatan bangunan. Kemungkinan besar, dinding yang batanya disusun menerus dalam satu garis lurus maka akan runtuh duluan, bila dibandingkan dengan dinding yang batu batanya disusun zig-zag.

Tinggalkan Balasan