Mengenal Pasir Laut dan Pasir Gunung Berapi

Pasir yang lazim digunakan sebagai bahan bangunan biasanya adalah jenis pasir yang berwarna hitam, atau paling tidak berwarna gelap. Pasir dapat berwarna hitam atau gelap, itu karena pasir jenis ini berasal dari letusan gunung berapi. Pasir yang berasal dari letusan gunung berapi ini memiliki kandungan besi dan alumunium yang sangat tinggi, sehingga kandungan tersebut mempengaruhi warna dari pasir itu sendiri.


Pasir pantai, sebenarnya berbeda secara struktur dan kandungannya jika dibandingkan dengan pasir gunung berapi. Pertama kandungan dari pasir pantai yang paling banyak adalah kalsium (kapur), hal ini karena bahan pembentuk utama yang menyusun pasir laut adalah serpihan cangkang kerang laut, sedangkan bahan utama pembentukan cangkang kerang laut adalah kalsum (kapur).

Pada saat cangkang kerang telah hancur dan menjadi butiran, maka butiran cangkang kerang tersebut dapat menyamai butiran pasir, dan karena proses penghancuran tersebut berlangsung lama, dan jumlah kulit kerang yang hancur sangat banyak, maka dapat kita saksikan seperti sekarang ini bahwa pasir di tepi laut dapat mencapai timbunan yang banyak sekali.

Sebenarnya selain dari kulit kerang, ada bahan lain yang juga ikut membentuk pasir laut, bahan tersebut adalah silikon, bahan ini berasal dari batuan silikat yang ada di danau dan juga sungai yang mengarah ke laut, dan saat mencapai pantai bahan ini bergabung dengan serpihan kulit kerang menjadi pasir pantai.

Untuk ukuran dari pasir pantai ini sangat berbeda sekali dengan ukuran pasir gunung berapi. Untuk ukuran pasir pantai yaitu sekitar 0,0625 sampai 2 milimeter. Sedangkan pasir gunung berapi memiliki ukuran yang lebih besar dari itu.


Antara pasir pantai dan juga pasir gunung berapi memiliki kesamaan, yaitu hanya sedikit sekali jenis tanaman yang dapat tumbuh di atasnya.

Tinggalkan Balasan