Penggunaan Lubang Ventilasi Udara

Mungkin dahulu waktu saya masih SD, kata angin-angin masih sangat asing ditelinga saya, karena mungkin pada waktu itu istilah lubang ventilasi udara masih lebih sering digunakan di masyarakat. Sebenarnya untuk fungsi dari keduanya saya rasa hampir mirip yaitu sebagai tempat untuk pertukaran udara.


Jadi, pada saat saya masih SD, saya menerima penjelasan bahwa rumah yang menggunakan lubang ventilasi, maka rumah tersebut akan memiliki kondisi udara yang lebih baik, dari pada rumah yang tidak menggunakan lubang ventilasi.

Tetapi setelah terjadi pemanasan global, sekarang model rumah yang menggunakan lubang ventilasi menjadi ditinggalkan, bahkan sudah sangat jarang ada rumah yang menggunakannya. Alasan yang paling utama adalah kondisi kebanyakan kota di Indonesia, yang udaranya sudah banyak pencemaran, sudah banyak polusi, dan yang paling terasa adalah banyak nyamuk.

Jadi, jika desain rumah tersebut tetap menggunakan lubang ventilasi untuk tempat pertukaran udara maka biasanya lubang tersebut tetap harus dipasang kawat kasa, agar tidak ada nyamuk yang bisa masuk ke dalam rumah.

Selain hal tersebut di atas saya rasa untuk saat ini alasan yang paling utama bagi masyarakat kita yang sudah tidak menggunakan lagi lubang ventiasi adalah karena masyarakat kita yang sudah banyak menggunakan AC (air conditioner). Jadi, jika tetap memiliki lubang ventilasi, maka udara dingin dari AC akan keluar begitu saja, sehingga ruangan tidak akan pernah dingin, karena itu biasanya ruangan yang dipasang AC selalu berada dalam kondisi tertutup rapat.

Pada saat saya masih SD, banyak rumah di sekitar tempat tinggal saya menggunakan desain lubang ventilasi yang besar, Untuk posisinya, biasanya akan menyatu dengan kusen pintu dan jendela, sehingga nampak seperti perpanjangan kusen pintu dan jendela.

Maklum saja hal ini karena pada waktu itu desain rumah kebanyakan dibuat pendek, sehingga untuk mensiasati agar tampilan rumah terkesan lebih tinggi, maka penggunaan kusen dengan lubang ventilasi, menjadi pilihan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat.

Sementara saat ini lebih banyak orang yang memilih untuk menggunakan lubang angin-angin berbentuk persegi panjang dan berukuran kecil, sedangkan untuk posisi angin-angin tersebut kebanyakan dibuat terpisah dari kusen pintu dan jendela. Bahkan, jumlah orang yang lebih memilih untuk tidak menggunakan lubang angin dan ventilasi juga semakin banyak jumlahnya.


Mungkin kedepannya, jika suhu bumi terus naik yang mengakibatkan penggunaan AC semakin banyak, maka jumlah rumah yang menggunakan desain angin-angin persegi ini juga akan semakin sedikit, atau bahkan mungkin tidak akan digunakan lagi. Mengingat dalam penggunaan AC memang tidak menghendaki ada lubang pergantian udara.

Tinggalkan Balasan