Polusi Udara Membuat Dinding Luar Rumah Menjadi Cepat Kusam

Dalam banyak kesempatan saya melihat sendiri, bagaimana dampak dari asap kendaraan bermotor dapat membuat warna dinding luar rumah menjadi cepat kotor, pudar, dan berubah warna. Dan pengamatan seperti itu saya lakukan tidak di satu lokasi saja, tetapi di banyak tempat.


Saya memiliki pengalaman saat saya mendatangi suatu rumah yang baru saja direnovasi, mungkin sekitar dua tahun yang lalu, tetapi saat saya datang kembali ke rumah tersebut, sekarang cat depan rumah tersebut mulai berubah menjadi kehitam-hitaman. Sementara itu bangian atasnya sudah mulai kotor juga, tetapi tidak separah bagian bawahnya.

Rumah itu memang posisinya berada di pinggir jalan besar, meskipun sebenarnya hanya jalan kecamatan, antar propinsi yang tidak terlalu padat kendaraan yang lewat di sana. Hanya saja rumah tersebut tidak memiliki pagar pada bagian depan rumahnya.

Karena itu polusi kendaraan yang berasal dari jalan, akan langsung berhadapan dengan dinding luar rumah. Meskipun dinding depan rumah tersebut sudah diberi ornamen batu, ternyata ornamen tersebut tetap tidak dapat menjaga warna rumahnya, malah sekarang warna ornamen batu rumah tersebut, menjadi jelek dan berubah menjadi kusam.

Tetapi menurut saya ada beberapa orang lain yang cukup berhasil dalam menangani masalah polusi udara, yaitu dengan cara melapisi dinding rumahnya menggunakan keramik dinding. Pada awalnya saya menilai orang yang melapisi dinding luar rumahnya menggunakan keramik, terlihat norak atau kampungan. Terutama karena faktor warna dan motif keramik, yang memang tidak senada dan terkesan saling bertabrakan.

Hanya saja harus saya akui bahwa pilihan mereka ini cukup baik, karena kotoran dari asap kendaraan dan juga debu jalanan yang menempel pada dinding, menjadi mudah dibersihkan. Dan setelah dibersihkan dinding tersebut menjadi bersih kembali seperti sedia kala.

Jadi, dinding rumah tetangganya yang hanya menggunakan lapisan cat biasa, sudah mengalami kusam dan harus dicat ulang, tetapi orang yang menggunakan keramik dinding, dia hanya perlu melakukan pembersihan saja, agar kondisi dinding depannya bisa nampak seperti baru lagi.

Memang menurut saya pribadi, bahwa pagar yang tertutup rapat, dapat lebih efektif dalam mengurangi dampak buruk polusi udara yang berasal dari jalanan. Karena setidaknya sebelum polusi tersebut menghantam dinding rumah, polusi tersebut sudah dihadang terlebih dahulu oleh pagar, jadi jumlah polusi yang mengenai dinding rumah akan berkurang.


Untuk pagar jenis apa yang baik sebagai pelindung dari polusi jalanan, saya pribadi sebenarnya masih menganggap bahwa pagar hidup dari tanaman, seperti jenis tanaman ribang atau tanaman luntas, sepertinya sangat baik dalam mengurangi dampak polusi udara.

Tinggalkan Balasan