Penggunaan Kaca Nako cocok Untuk Iklim di Indonesia

Sebelum model jendela yang sekarang ini booming, dulu sempat populer model yang biasa disebut sebagai kaca nako. Untuk di daerah sekitar tempat tinggal saya kaca nako ini, lebih sering disebut sebagai krepyak.


Yang dimaksudkan dengan kaca nako adalah jenis kaca yang berbentuk potongan – potongan kaca, dan hampir semua kaca nako selalu dibentuk persegi panjang, dengan ukuran berkisar antara 30 X 15 cm. Biasanya untuk ukuran tersebut dapat beraneka ragam, tetapi yang pasti hampir semua bentuk potongan kaca nako selalu persegi panjang.

Lalu potongan kaca – kaca tersebut, akan disusun ke atas dengan menggunakan kerangka besi, dan kerangka tersebut kemudian akan dipasang pada kusen. Jadi kerangka tersebut adalah kerangka yang paten, sudah tidak dapat digeser, dipindahkan, ataupun dirubah lagi. Karena nantinya yang dapat bergerak adalah susunan kaca-kaca nako tersebut.

Karena kaca nako dapat diputar, maka kaca dapat terbuka sempurna, dan hal ini dapat membuat sirkulasi udara di dalam ruangan bisa menjadi lebih banyak, sehingga udara di dalam ruangan dapat menjadi lebih dingin dan lebih segar.

Penggunaan kaca nako pada saat saya masih kecil, hampir digunakan pada setiap rumah. Karena itu saya memperkirakan, bahwa kemungkinan besar model jendela ini booming, sekitar tahun 70 – 80 an. Karena semenjak tahun 90an model jendela ini sudah mulai ditinggalkan.

Alasan orang sudah tidak lagi menyukai model jendela seperti ini, yaitu karena jendela jenis ini sangat mudah untuk dirusak dan dimasuki pencuri. Sehingga untuk mencegah hal tersebut, biasanya kaca nako diberi pengaman tambahan berupa tralis besi, dan terkadang teralis besi inipun juga sering ikut dirusak pencuri, maka orang sudah mulai malas menggunakan model jendela ini.

Selain itu, saat ini kondisi udara sudah tidak sebersih dulu, sehingga saat kaca nako dibuka, maka yang masuk bukan hanya udara segar, tetapi juga debu dan polusi, akan ikut masuk bersamanya.

Karena itu sebagai gantinya, saat ini kebanyakan rumah menggunakan sistem pendingin udara buatan yaitu menggunakan AC (Air Conditioner). Dan sebisa mungkin saat menggunakan AC, maka seluruh ruangan harus tertutup rapat, yaitu untuk menjaga agar dingin dari AC tidak keluar.

Sedangkan dengan kaca nako, maka udara tidak bisa sepenuhnya tertutup rapat, karena pada sambungan kaca akan selalu ada sela, yang masih memungkinkan untuk udara dingin keluar. Karena itu penggunaan kaca nako semakin tidak diminati masyarakat.

 

Saat ini hanya rumah-rumah yang dibangun sampai masa tahun 80an, yang masih menggunakan kaca nako. Meskipun demikian, jika rumah tersebut mengalami renovasi, biasanya kaca nako di jendela rumah tersebut juga akan dilepas, dan diganti dengan model jendela terbaru.


Bahkan bersama dengan dihilankannya penggunaan kaca nako, saat ini penggunaan ventilasi udara dan angin-angin juga sudah mulai ditinggalkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan