Arti Loss Listrik dan Besaran Biayanya

Seperti kita tahu bersama bahwa pada meter listrik (alat pengukur besaran daya yang kita gunakan), terdapat semacam alat yang dapat digunakan untuk mebatasi jumlah daya yang dapat dialirkan melalui meter listrik tersebut.

Misalnya saja, sebuah rumah menggunakan daya 450 watt, 900 watt, 1300 watt, dst, lalu saat pemilik rumah menggunakan daya melebihi batas maksimumnya, maka secara otomatis, meter listrik akan memutus aliran listrik di rumah tersebut, setelah yang menggunakan daya listrik telah dikurangi, dan aliran listrik dinyalakan kembali, maka listrik akan normal kembali.

Lalu loss listrik sendiri, dapat diartikan sebagai tindakan agar batas daya yang ada di meter listrik rumah kita bisa dibuka dan bisa digunakan sampai sebanyak-banyaknya. Hal ini biasanya digunakan pada saat ada momen tertentu, misalnya ada hajatan, pesta, dan keperluan lain yang memerlukan listrik yang banyak.

Kata loss listrik, banyak digunakan di lingkungan rumah saya di Jawa Timur, tetapi kadang ada juga yang menyebutnya sebagai loss strum. Meskipun ada pihak yang mengakatakan, bahwa PLN menyebutnya sebagai “Penerangan Pesta” atau “Penambahan batas daya dalam waktu tertentu”, namun demikian kami lebih sering menyebutnya sebagai loss listrik (bahkan penulisannya pun saya juga tidak tahu persis).

Namun yang saya syukuri bahwa petugas PLNnya pun selalu paham maksud kami. Jadi pada saat kami mengutarakan ingin melakukan loss listrik, mereka selalu mengerti dan selalu ditanggapi.

 

Untuk biaya loss listrik sendiri pada periode Desember 2018 kami membayar sebesar Rp 134.500/hari, jadi intinya biaya tersebut adalah biaya agar batas maksimal penggunaan listrik di tempat saya bisa dibuka dan bisa digunakan sebanyak yang kami mau.

Tetapi nantinya di akhir bulan biaya pembayaran listrik yang kami gunakan tetap saja sesuai dengan jumlah listrik yang sudah dialirkan PLN, jadi jika pada saat loss listrik itu kami menggunakan dalam jumlah banyak, maka pada saat pembayaran kami juga akan membanyar banyak pula.

Jangan berfikir, bahwa pada saat melakukan loss listrik, maka biaya bulanan listrik akan dikurangi biaya loss listriknya. Loss listrik hanya merupakan ongkos untuk membuka batas daya pada meter rumah kita saja.

 

Kejadian yang saya almami, bahwa pada saat saya menyampaikan ke PLN, saya akan menggunakan loss listrik pada tanggal 02 Desember, maka pada tanggal 01 Desember petugas PLN sudah datang ke tempat saya untuk melakukan pembukaan meter listrik dan melakukan loss listrik.

Lalu pada tanggal 03 Desember, akan ada petugas lain yang menutup meter listrik tersebut kembali. Jadi jika saya mengatakan bahwa saya melakukan loss listrik selama sehari, maka bisa jadi waktu penggunaan loss listriknya bisa lebih dari 30 jam.

Menurut petugas PLN yang saya tanyai, dia mengatakan bahwa mungkin saja pelanggan sudah memerlukan listrik yang banyak pada saat persiapan dan juga penutupan, jadi mereka sudah membuka meter listrik sebelum acara dimulai.

Untuk melakukan loss listrik cara yang paling mudah adalah datang langsung ke kantor pelayanan PLN unit terdekat yang ada di daerah kita. Meskipun ada yang namanya on line, dan pemesanan lewat telepon, tetapi jika kita datang langsung, biasanya akan lebih diutaman dan bisa langsung ditanggapi.

Selain uang pembayaran loss listriknya, sebaiknya anda juga membawa bukti pembayaran bulan sebelumnya, karena sepertinya dari bukti itu, petugas PLN yang bisa tahu lokasi tempat meter listrik yang akan dibuka tersebut.

Ini yang terjadi di tempat saya, tetapi saya tidak tahu untuk daerah lain seperti apa kondisinya sama seperti itu atau tidak.

Tinggalkan Balasan