Harga pasir

Untuk saat ini harga pasir yang ada di sekitar rumah saya di Kab. Malang bagian Selatan sangat bervariasi sekali, sangat tergantung dari toko bangunan yang menjualnya, atau sopir yang mengangkut pasirnya, atau bahkan kualitas dari pasir itu sendiri, tetapi yang dapat dijadikan acuan bagi para pembaca adalah, semakin mahal harganya maka semakin baik kualitasnya.

Untuk harga pembelian per-pick up dari yang paling murah sampai pada harga yang paling mahal : Rp 140.000,- , Rp 175.000,- , Rp 190.000,- , Rp 220.000,- , Rp 240.000,- , Rp 285.000,- , dan harga yang paling mahal adalah Rp 350.000,- Jika melakukan pembelian dengan menggunakan pick-up rata-rata ukuran (kubikasi) untuk satu bak pick up adalah 1 m³.

Untuk pasir yang harganya Rp 350.000,-/pick up tersebut memang adalah pasir hitam dengan kualitas yang paling baik, karena saat digunakan sebagai campuran beton dan spesi memiliki tingkat kekuatan yang sangat tinggi. Saya tidak tahu persis dari mana asalnya, tetapi jika dilihat dari teksturnya seperti pasir hitam Lumajang. Lagi pula pasir ini bersih, dan tidak terlalu banyak kerikil besarnya. Sehingga dapat digunakan secara maksimal.

Sedangkan untuk harga pasir per-truk dari harga yang paling murah sampai harga yang paling mahal adalah: Rp 550.000,- , Rp 650.000,- , Rp 750.000,- , Rp 850.000,- , Rp 1.100.000,- , dan yang paling mahal adalah pasir hitam dari Lumajang Rp 1.500.000,- Untuk ukuran (kubikasi) pasir dalam bak truk rata-rata adalah 4 m³, tetapi jika sopirnya sendiri yang bilang pada saya adalah 5,5 m³.

Untuk sekarang ini, pasir hitam dari Lumajang sudah ada yang masuk ke Malang, tetapi memang dari segi harganya masih sangat mahal sekali. Tetapi memang kualitasnya sudah banyak orang yang tahu, sehingga saat saya mensurvei kemarin, bahwa truk yang mengangkut pasir hitam Lumajang sudah habis semuanya. Sebagai tambahan bahwa untuk membawa pasir tersebut dari Lumajang ke Malang para sopir truk harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 850.000,- , jadi wajar saja jika sudah sampai Malang harganya mahal.

Sebagai tambahan saja, sebaiknya anda tidak tertipu pada kondisi pasir yang tampak muncuk dari dalam bak truk bagian belakang, karena sebenarnya pasir tersebut hanya muncuk sedikit dibelakang bak truk, tetapi menyusut dibagian depan. Hal ini dilakukan oleh para sopir truk agar pasir yang dibawanya nampak banyak, tetapi yang sebenarnya memang tidak sebanyak itu, tujuannya jelas untuk mengecoh mata pembeli.

Saran saya lagi, jika anda ingin melihat kondisi dari pasir di dalam bak truk tersebut, mungkin anda bisa naik dan menengok ke dalam bak truknya.

Setelah pemaparan saya di atas maka sekarang terserah pada anda sekalian, para konsumen terakhir, pasir mana yang akan anda pilih.

Tinggalkan Balasan