Cara Ban Lama dibuat Menjadi Ban Baru (Vulkanisir)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang harga ban bekas berbagai ukuran, sedangkan pada artikel ini saya ingin menuliskan sedikit tentang ban vulkanisir. Vulkanisir dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memperbaiki sifat karet, tetapi karena produk ban yang ada di Indonesia hampir semuanya menggunakan bahan karet, maka secara tidak langsung orang menyebutkan vulkanisir sebagai kegiatan untuk mereparasi ban bekas, menjadi ban baru.

Memang saya tidak terlalu banyak mengetahui cara pembuatan ban vulkanisir, karena pabrik ban vulkanisir yang saya survei hanya satu. Cara pembuatan ban vulkanisir di pabirk tersebut, yaitu pertama-tama semua alur pada permukaan tapak ban bekas, akan disayat dan dihaluskan sampai semua menjadi rata dan halus. Tujuannya agar permukaan ban tersebut dapat dipasang lapisan karet yang baru nantinya.

Baru setelah proses penghalusan tersebut selesai, maka ban bekas akan dipasang lapisan karet baru, dan biasanya untuk pemasangannya akan direkatkan dengan menggunakan lem khusus karet ban. Setelah pemasangan karet baru selesai, maka lapisan karet baru yang sudah dipasang tersebut, akan diukir dengan menggunakan alat, sehingga nantinya tampilan dari ban tersebut, akan nampak seperti ban baru kembali.

Tetapi sepertinya sekarang sudah ada produk karet pelapis, yang sudah memiliki alur, sehingga saat dipasang, maka pabrik tidak perlu memberi alur lagi, jadi proses produksi ban vulkanisir akan lebih cepat.

Saya rasa hampir semua jenis ban dapat dibuat ban vulkanisir. Karena di pabrik yang saya lihat tersebut, mulai dari ban bus dan truk, sampai ban untuk kendaraan kecil biasa sejenis cary, gran max, avanza, dan juga ban sepeda motor, semuanya diproduksi di sana.

Keunggulan dari ban vulkanisir terletak pada harga jualnya yang murah, tetapi dengan tampilan yang seperti ban baru, bukan berarti ban vulkanisir tidak memiliki kekurangan. Karena memang kekurangan dari ban vulkanisir ini cukup banyak, misalnya saja karena umur pakai bannya sudah habis, maka tingkat kekenyalan ban yang lama menjadi berkurang banyak, sehingga terasa sangat keras.

Jadi, saat kita gunakan berkendara, maka goncangan kendaraan terasa berlebihan, sehingga banyak yang mengatakan bahwa kendaraannya terasa tidak nyaman. Selain itu, terkadang lapisan ban pada bagian dalam juga sudah mulai habis, sehingga kawat yang ada di dalamnnya akan muncul, dan jika kita menggunakan sistem ban dalam, maka ban dalam tersebut akan sering mengalami kebocoran. Tetapi jika menggunakan sistem tubeles, saya belum tahu efeknya seperti apa.

Saya kira harga ban vulkanisir, bisa sampai sepertiga dari harga ban yang baru. Misalnya saja, sekarang harga ban motor baru saya yaitu Rp 142 rb / buah, dan harga untuk ban vulkanisir Rp 50 rb / buah. Saya rasa perbandingan untuk ukuran ban yang lebih besar juga akan sama seperti itu.

Mungkin hanya di Indonesia dan beberapa negara miskin lainnya yang akan menggunakan ban vulkanisir ini, karena memang tingkat keamanan bannya yang sudah berkurang banyak. Tetapi satu hal yang menjadi menarik dari ban vulkanisir adalah karena harganya yang sangat murah.

Untuk anda yang mungkin membutuhkan informasi tentang ban vulkanisir, ataupun tentang karet yang digunakan untuk melapisi ban bekas, maka saya memiliki informasi tentang hal tersebut.

Hanya saja saya tidak bisa menampilkan dalam artikel ini. Karena saya juga memerlukan komentar anda dibawah ini, agar bisa mendapatkan peringkat yang baik. Jadi, jika anda ingin mendapatkan kontak tentang apapun mengenai vulkanisir, maka silahkan isikan pada kolom komentar di bawah ini, dan saya akan mengirimkan no kontak dan juga semua keterangannya melalui alamat email yang anda gunakan untuk menulis komentar. Saya mohon agar anda maklum.

23 komentar untuk “Cara Ban Lama dibuat Menjadi Ban Baru (Vulkanisir)”

    1. Mohon info Tempat yang rekomended untuk bahan baku karet vulkanisir ban sepeda motornya Terimah kasih sblmx atas infox…

    1. Saya kurang tahu untuk merknya, karena saya sendiri kurang suka dengan ban vulkanisir. Tetapi saya memiliki kenalan salah seorang distributornya, dan akan saya kirim no kontaknya ke email yang anda gunakan untuk komentar ini.

    1. Saya rasa tidak akan semudah itu, karena setahu saya setiap produk ban, pasti punya resep untuk mengolah karet mentah menjadi ban utuh, dan pastinya itu adalah rahasia perusahaan yang tidak mungkin akan dibocorkan kepada orang lain. Resep itu saja sudah sangat penting, sedangkan tidak ada orang lain yang tahu.

      Mungkin untuk langkah awal, anda bisa mulai dengan membeli mesin penggosok ban bekas, lalu membeli karet ban vulkanisir yang diproduksi pabrik lain, setelah itu tinggal ditempelkan ke ban bekas anda. Selanjutnya tinggal pemasarannya saja, saya rasa untuk langkah awal, cara ini adalah cara yang paling masuk akal.

    1. Untuk bahan baku karetnya masih mengambil dari pengepul di Kalimantan, tetapi kami tidak dapat menampilkannya di sini, karena belum mendapat persetujuan dari mereka.

Tinggalkan Balasan